Pertemanan
‘”an al-mar’i laa tas’al, wa sal ‘an qariinihi, fainna al-qarina bi al-moqoroni yahtadi” Jangan bertanya tentang kondisi seseorang kepada dirinya, tapi tanyakan pada temannya, karena teman dapat menunjukkan bagaimana keberadaannya (Syair Ta’lim al-mutaallim)Ada dua makna syair diatas. Pertama, memahami seseorang dengan cara bertanya pada temannya, kedua, memahami seseorang dengan cara melihat siapa temannya. Bahwa dalam pergaulan antar manusia, pastilah terdapat pengaruh dua arah, dalam hal ini pengaruh saling mengisi yang dalam jangka panjang akan melahirkan kemiripan prilaku.
Dalam sosiologi, kita mengenal istilah interaksi sosial, yakni hubungan dua manusia atau lebih yang saling mempengaruhi, bersifat positif dan dalam jangka waktu tertentu. Pengaruh disini bisa bermakna dominan bisa pula bermakna penyesuaian, tergantung pada kondisi masing-masing orang yang terlibat dalam interaksi tersebut.
Diantara bagian interaksi sosial, ada aksi atau tindakan dari seseorang, ada reaksi atau jawaban tindakan atas aksi yang dilakukan. Katakanlah si A beraksi menyapa si B, maka si B akan bereaksi terhadap sapa itu, bisa reaksi positif dengan cara menjawab, atau reaksi negatif dengan cara diam atau malah marah. Bersifat Positif dalam definisi diatas menunjuk akan adanya kesadaran terhadap orang lain, jadi sebuah interaksi dengan orang gila tidak dapat dikatakan sebagai sebuah interaksi sosial. Dalam kaitannya dengan sebuah interaksi, ada tingkat intensitas yang mempengaruhi kedalaman sebuah interaksi, maka lalu dikenal istilah ikatan kepentingan, perkawanan, persahabatan, dan lain-lain
Mencermati sebuah perkawanan, syair pada pembuka tulisan diatas menunjukkan adanya suatu pengaruh timbal balik antar manusia yang menjadi kawan. Kalau dalam bahasa kasar ada semacam “proses penularan” antar orang, baik dari sisi prilaku, sikap, dan pemikiran.
Bill Cosby, aktor kawakan Amerika, dalam acara Oprah Show menyatakan : Orang yang terluka akan melukai orang lain (Kompas, 7 Juli 2008). Ungkapan ini adalah merupakan kristalisasi sebuah pengamatan terhadap kondisi warga kulit hitam yang tumbuh di kalangan keluarga berantakan kemudian menjadi nakal atau bahkan bertindak kriminal.
Dan kita lihat apa yang terjadi di sekitar kehidupan kita hari-hari ini, kehidupan yang akrab dengan kekerasan, narkoba, free sex…maka kemana kita akan berteman. Atau jika mungkin kita bisa bertahan dari semua ini, bisakah kita bayangkan model dan pengaruh pertemanan anak-anak kita hari ini dan di esok mereka…??? Semoga Allah melindungi kehidupan kita dan keluarga kita semua, amin…